Meresapi Makna Puasa

Ramadhan kita jalani seminggu sudah. Dengan berjalannya hari, godaan-godaan telah mampu kita lewati. Puasa ramadhan telah memberi pelajaran ttg banyak hal. Namun, itu juga kalau kita mampu memetiknya.
Mari kita cari tahu makna puasa agar puasa kita lebih punya makna.

Puasa (shaum) itu sendiri secara harfiah memiliki 3 makna.
1. DIAM
Dalam puasa kita dituntut diam untuk tidak melakukan segala sesuatu yg membatalkan nilai puasa. Diam dalam ketaatan, beribadah kepada Allah, mengendalikan diri dari makan, minum, dan seks. Maka, diam dalam puasa bernilai ibadah. Diamnya saja terhitung ibadah, apalagi kalau berdakwah, membaca Alquran, berzikir, dan berkata-kata baik.

2. SABAR
Dalam berpuasa kita dituntut untuk sabar mengendalikan diri sehingga, dari subuh sampai maghrib, tetap dalam ketaatan. Puasa Ramadhan adalah ibadah yg paling efektif untuk mengajarkan kesabaran, karena bukan hanya sehari atau sepekan, tapi 30 hari kita dilatih menjadi hamba Allah yg sabar. Hamba Allah yg beriman adalah orang2 yg benar-benar ikhlas dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan dan memiliki sifat sabar. Sabar akan melahirkan kemenangan demi kemenangan. Allah sangat mencintai dan sangat menyayangi hamba-Nya yg sabar.

3. PENGENDALIAN DIRI
Pengendalian diri dalam hal ini yaitu pengendalian diri dalam ketaatan kpd Allah SWT. karena yg dikendalikan adalah suatu yg halal. Kenapa justru halal yg dikendalikan? Karena sesuatu yg halal kalau tidak dikendalikan akan menjadi haram, apalagi yg haram. Mubazir, israf, berlebihan, sedangkan mubazir adalah temannya setan. Allah berfirman dalam Alquran:
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (Al-Isra:27)

Orang yang beriman, dilatih mengendalikan diri dari segala sesuatu, baik yg halal maupun yg haram. Selain itu, mempunyai kemampuan dalam ketaatan kpd Allah dan mengendalikan dirinya dari perbuatan yg haram. Dengan dibiasakan mengendalikan yg halal, semuanya akan terasa nikmat. Nikmatnya ibadah puasa Ramadhan, yaitu saat berbuka, Idul Fitri, dan menghadap Allah SWT.
Coba resapi:
* Puncaknya lapar saat puasa adalah pada sore hari. Namun menginjak sore hari justru kita senang dan bahagia, padahal kita sedang lapar.
** Saat bedug berbunyi, kita mengucapkan alhamdulillahirabbilalamin, padahal kita belum makan dan minum. Apalagi saat kita makan dan minum.
Dibalik pesan puasa Ramadhan, Allah ingin mengajarkan kita bahwa sesuatu yg halal itu nikmat, maka nikmatilah yg halal.
Nikmat itu hanya terdapat pada sesuatu yg halal. Dalam sesuatu yg haram tidak akan ada nikmat. Yang haram hanya akan menciptakan kegelisahan, ketidakdamaian, kehampaan, dan kesengsaraan.
Inilah rahasia di antara makna halal. Hidup dalam sesuatu yg halal, sederhana, nikmat, indah, membahagiakan, dan selalu mendapat keridhaan Allah. Allah ridha kpd hamba-hambanya yg hidup dengan sesuatu yg halal. Kalau Allah ridha, maka dalam hidupnya selalu mendapatkan keberkahan demi keberkahan. Melalui puasa Ramadhan, Allah ajarkan hamba-Nya untuk menikmati sesuatu yg halal.
Dan, mari kita jalani sisa puasa Ramadhan ini dengan ikhlas, insya Allah nikmat Idul Fitri akan kita rasakan.
[Disarikan dari ’30 Hari Meraih Kekuatan Zikir’ oleh Muhammad Arifin Ilham]

9 komentar

  1. hadiirrr…pertamaaxxx….

    sore sore ngebuburit menyambangi sahabat… mencari yang manis en seger buat berbuka sebentar lagi…

    >>>>silakan…

    1. haddiirrr… kaduaaaxxxx….

      Diam adalah tindakan pasif dan cenderung defensif… kenapa tidak aktif dan mencari kesempatan untuk melakukan yang lebihhh..???

      >>>>setujuuu….!!! Jangan seperti diamnya patung.

      1. haddiiirrr… katigaaaaaxxxxx…..

        Menenangkan hati dan mendinginkan pikiran, merangkul tawakal baru bisa harapkan kesabaran….

        >>>>OK ngikut aja….

        1. haddiiirrr… ke ammpprrrraaatttxxx…..

          Jagalah hati Jangan nodai… Jagalah hati Lentera Idup Ini…..

          >>>>syalala..lala…lala…

          1. huhuiiii…. kliiiimmmaaaxxx……….

            kaburrrr******

            cu….

            >>>>uuhhh…cepet banget larinya…
            mas…mas…sandalnya ketinggalan…!!!

  2. Assalamu’alaikum,
    Mbak Diah, apa kabar? Terima kasih ya, sudah memasukkan Penerbit Zikrul Hakim, Penerbit yg biasa menerbitkan buku-bukunya Ust. Yusuf Mansur. Tadi saya agak kesulitan melakukan kunjungan balasan, karena URL Mbak tidak terbaca, di komentar yg Mbak berikan (tidak bisa di klik). Kebetulan, mulai malam ini saya mulai libur dulu shalat & puasanya, jadi bisa didepan komputer pada jam-jam terawih gini. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, mohon maaf lahir batin.
    (Dewi Yana)

    >>>>wa’alaikumsalam,
    kabar baik mBa Dewi. Ya sama2 mBa, bila suatu saat sy temukan link penerbit yg lain kemungkinan jg akan sy tambahkan koq mBa…
    Memang mBa, URL di ruang komen mBa Dewi tdk muncul tp sampai jg ke sini ‘kan..?? Selamat menjalankan puasa jg ya mBa [eeiitt…lg ngga ya..buat besok deh] maafin jg klo ada kata yg salah.

    1. selamat menjalankan ibadah puasa aja de…

      Aku ke sini, karena menjalankan perintah Award.. Salam kenal ya🙂

      >>>>met menjalankan puasa jg yaa…
      makasih atas kunjungannya…salam kenal kembali.
      smoga tambah smangat ngeblognya…😀

  3. SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  4. KangBoed · · Balas

    YAYAYA BENER.. BUKAN HANYA HAUS DAN LAPAR. TAPI EMOSI DAN NAFSU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: