Ibu dan Ramadhan Tahun Ini

bangau_icAlhamdulillah hari ini masih kuat menjalankan puasa.
Sudah sepantasnya aku panjatkan rasa syukur ini karena aku masih diberi kesempatan bertemu dengan ramadhan tahun ini. Banyak orang-orang yang pada tahun kemarin masih berpuasa bersamaku, melakukan shalat tarawih, dan Idul Fitri di sampingku, ramadhan tahun ini mereka sudah tidak dapat aku jumpai. Mereka telah berbaring tenang mendahului menghadap Allah SWT.
Ini semua telah menyadarkanku betapa besarnya anugerah Allah yg telah memberi umur panjang padaku.
Bulan Ramadhan tahun ini merupakan bulan yang sarat dengan keistimewaan. Di bulan ini pula tepat 22 bulan aku menyusui anak perempuanku, Ayudya Azka yg biasa kupanggil Iyut. Rasanya bahagia bisa menjalankan puasa tanpa mengganggu aktivitasku menyusui. Meski terlintas juga rasa sedih sudah mendekati saat-saat akhir aku harus menghentikan pemberian ASI baginya.
Memang sejak usia 2 bulan, aku sudah memberinya susu formula karena aku harus kembali beraktivitas. Egokah aku bila aku tidak menyusuinya secara eksklusif? Sungguh pengorbanan yang berat bagiku meninggalkannya disaat ia masih membutuhkan ASI. Maafkan ibu ya Nduk?πŸ˜₯
Sebagai salah satu jalan untuk menebusnya aku mempersilakan anakku ‘memanfaatkanku’ setiap ia mau selagi aku ada di rumah. Setiap malam aku bisa terbangun sampai 10 kali untuk menyusuinya, meski kini ia sudah bisa bilang “..ntek..ting..bu” kalau stok ASI habis.πŸ˜€
Bila sudah demikian aku harus dgn cekatan membuatkannya susu botol sebelum tangisnya pecah. Dan, Alhamdulillah suamiku selalu mendukung langkahku dan menemaniku begadang mengurus anak sehingga aku bisa melewati saat-saat melelahkan dan tidak jarang membuatku hampir stres.
Kini usia anakku menginjak 2 tahun, sekali lagi aku sungguh bersyukur bisa memberikan ASI sepanjang itu. Karena tidak jarang para ibu berhenti menyusui ketika anak berusia 6 bln atau 1 th. Padahal walaupun sudah tidak menjadi makanan utama bagi bayi di tahun ke-2, ASI tetaplah yang terbaik di antara susu formula.

β€œPara ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” [QS al-Baqarah:233]
β€œβ€¦dan menyapihnya dalam dua tahun…” [QS luqman:14]


UNICEF merekomendasikan selain pemberian makanan bergizi seimbang dan imunisasi, bayi usia 12 – 24 bulan disusui sesering mungkin. Beberapa alasan kenapa para ibu dihimbau untuk menyusui bayinya memasuki tahun kedua:
1. ASI di tahun kedua kandungan faktor imunitasnya meningkat
Penelitian menyebutkan zat antibodi tersedia dalam jumlah besar pada ASI selama masa menyusui. Tapi ternyata sebagian faktor kekebalan dalam ASI konsentrasinya meningkat selama tahun kedua dan selama proses penyapihan (weaning).
2. Pemberian ASI setelah bayi 6 bulan cegah risiko alergi dan asma
Salah satu cara terbaik mencegah alergi dan asma adalah menyusui eksklusif selama enam bulan dan meneruskannya hingga si kecil berusia 2 tahun. Memperpanjang pemberian ASI berarti menunda selama mungkin bayi bersinggungan dengan zat penyebab alergi. ASI sendiri membantu mempercepat pematangan lapisan pelindung dalam usus bayi, melapisi usus bayi dan menghalangi masuknya molekul penyebab alergi ke dalam darah bayi serta memberi perlindungan antiradang sehingga menekan risiko infeksi pemicu alergi.
3. ASI perkecil risiko sakit anak usia 16-30 bulan
American Academy of Family Physicians melihat anak-anak yang disapih sebelum usia dua tahun meningkat risikonya (AAFP 2001). Penelitian lain menyebutkan anak usia 16 – 30 bulan yang disusui lebih jarang sakit, kalaupun sakit maka sakitnya lebih singkat dibanding anak sebaya yang tidak disusui.
4. ASI dibutuhkan anak yang sakit
UNICEF merekomendasikan anak di bawah tiga tahun yang sakit agar diberi ASI, karena ASI merupakan makanan bergizi yang paling mudah dicerna saat si kecil kehilangan nafsu makan.
5. ASI di tahun kedua lebih kaya nutrisi
Penelitian dr. Dror Mandel, dkk. menyatakan: ASI dari ibu yang menyusui lebih dari satu tahun kandungan lemak dan energinya meningkat dibanding ASI dari ibu yang menyusui lebih singkat.
6. ASI di tahun kedua sumber lemak dan vitamin A tak tergantikan
Berdasar penelitian Adelheid W. Onyango dkk. menyimpulkan ASI merupakan sumber lemak dan vitamin A yang tak tergantikan oleh makanan sapihan apapun.
Sementara dari sumber lain, pada tahun kedua (12 – 23 bulan) setiap 448 ml ASI memenuhi kebutuhan anak:
* 29% dari kebutuhan energi
* 43% dari kebutuhan protein
* 36% dari kebutuhan kalsium
* 75% dari kebutuhan vitamin A
* 76% dari kebutuhan folatnya
* 94% dari kebutuhan vitamin B-12
* 60% dari kebutuhan vitamin C
Sudah dua ramadhan aku lewati bersamaan dengan masa menyusu. Dan terbukti puasa bukanlah halangan untuk menyusui. Saat ibu menyusui berpuasa, pola menyusui memang akan berubah. Pasokan ASI akan berkurang pada siang hari namun melimpah pada malam hari. Dan sekali lagi kenyataan ini menunjukkanku bhw Allah Maha Bijaksana, di mana wkt siang kebetulan jg aku tidak di rumah shg aku merasa tidak begitu terbebani.πŸ˜‰
Namun bagi ibu menyusui yg setia menemani buah hati di rumah, asal selama puasa kita tetap memperhatikan keseimbangan zat-zat yang diperlukan (Protein, Karbohidrat, Lemak, Vitamin dan Mineral), terutama pada saat berbuka puasa dan sahur, Insya Allah ibadah jalan dan kandungan ASI pun tidak terpengaruh.
Inilah sekelumit ungkapan rasa seorang ibu di tengah rengekan dan tangis seorang bocah perempuan.
Semoga anakku bisa menikmati saat-saat terakhir masa penyusuan ini sehingga aku bisa menyempurnakannya menjadi genap 2 tahun. Dan itu artinya, anakku tinggal punya waktu 2 bulan. Artinya pula, aku harus belajar melatihnya menyapih sejak ramadhan ini. Bantu ibu ya Nduk, sabar menghadapi rengekan kala menyapihmu.

9 komentar

  1. hhhmm anak anak saya hanya sebentar merasakan ASI dari ibunya tapi saya selalu ebrharap kelak mereka tumbuh sehat dan selalu sehat

    salam kenal bu


    >>>>ASI tergantung jg sama anaknya sih, terkadang kita jg dibikin repot ya, giliran ibunya/ASI cukup e..anaknya yg nggak mau. kebetulan anakku masih minta jd aku genapkan sj sampa nanti 2th. salam kenal juga mas

  2. Fietria · · Balas

    Salam kenal, bu.


    >>>>salam kenal juga mba

  3. haddiirrr…
    sungguh seorang ibu yang luaarrr biasaa… keep the fight yach…
    salam buat si kecil…

    cu…

    >>>>>semua ibu bisa melakukannya koq mas…sy hanya berusaha memenuhi apa yg mjd haknya. segala sesuatu yg diniati ibadah, yg berat akan diringankan dan yg ringan akan terasa penuh kenikmatan. CU too…

  4. Alangkah bahagianya si Nduk, terpenuhi “hak”nya selama dua tahun pertama.

    Sy suka yg itu tuh … “Ntek … nting.. = stok ASI habis”πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

    Salam.😎

    >>>>iya mas sudah mjd hak dia meski sy ngga bisa memberinya scr eksklusif.
    Yg mana yaa…πŸ˜€πŸ˜€
    Terkadang justru celotehan yg ga jelas bisa jd penghibur hati saat penat dan kantuk datang…
    Makasih telah berkunjung.

  5. aji malah inginnya nyusu terus…..
    tapi pakai gelas

    >>>>pengin tambah ndut lg yaa…πŸ™‚
    jangankan bang aji…mama-papa-uti-kakung jg boleh koq..biar sehaaattt.

  6. Assalamu’alaikum,
    kunjungan balik ni, salam kenal.
    terimakasih atas silaturahminya.

    >>>>wa’alaikumsalam.
    salam kenal juga…
    sama-sama, sering2 berkunjung yaa…

  7. nice posting,πŸ™‚
    alhamdulillah, anakku mendapatkan ASI juga hingga uasinya 2 tahun

    >>>>wah selamat ya bun, mengiringi ananda sampai 2th bukanlah hal yg mudah. sekali lg selamat ya…

  8. KangBoed · · Balas

    Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang β€˜tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllll

  9. blog bagus,artikel menarik. smg bermanfaat untk ibu2 muslimah di indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: