Cuma Tiga Hari

th_iprayBeberapa hari belakangan ini kudengar ada saudara dan tetangga yang dirundung sakit. Bahkan, kabar duka tersiar dari pengeras suara masjid di depan rumah. Sungguh berita yang ‘membangunkan’ diriku dari lena dunia. Sebelumnya, di bulan kemarin kita mendengar banyak korban berjatuhan saat ledakan terjadi di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, serta heboh penyergapan yg telah menelan korban jiwa.
Serentetan peristiwa itu telah membuka kembali mata hatiku, bahwa bagaimanapun keadaan kita di dunia bila Allah berkehendak maka semuanya terjadilah. Kematian akan datang secara tiba-tiba, pada orang-orang terdekat kita dan yang pasti juga bakal menjemput diri kita. Bukankah tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati (Ali Imran:185). Sekarang, tinggal bagaimana kita menyikapinya.
Jika kita renungkan dengan baik, maka kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah tiga hari.
– Satu hari yg telah kita lalui yg tidak akan pernah kembali,
– satu hari yg kita hidup di dalamnya dan harus berbuat yang terbaik,
– satu hari yg belum mendatangi kita dan kita tidak tahu apakah masih hidup atau sudah mati.
Kehidupan di dunia hanyalah sekadar lewat. Hal ini tidak berarti manusia harus meninggalkan pekerjaannya dalam mencari rezeki, tetapi kenikmatan dunia tidak selayaknya menjadi tujuan hidup. Berhati-hatilah terhadap masalah dunia yg menyibukkan, sebab dunia memang punya banyak kesibukan. Dan tidak lantas membuat kita lupa mempersiapkan bekal untuk akhirat. Sebagai seorang mukmin tetaplah berharap bahwa segala keinginan orang2 beriman akan dicapai di akhirat sehingga segala yang ada di kehidupan dunia mengingatkannya kepada akhirat.
Sungguh kehidupan dunia ini hanyalah sementara dan kenikmatannya telah menipu. Allah telah berfirman:

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imran:14)


Kemudian Allah berfirman, bahwa seluruh kenikmatan itu akan berlalu dan akhirat lebih baik serta merupakan kenikmatan yang abadi.

Katakanlah, “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yg lebih baik dari yg demikian itu?” bagi orang2 yg bertakwa (kpd Allah), pd sisi Tuhan mereka ada surga yg mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri2 yg disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Ali Imran:15)

Hidup di dunia hanya sekali, maka gunakanlah hidup yg sekali ini pada jalan yg benar. Jalan yg dapat dipertanggungjawabkan di hadapan persidangan Yang Mahaagung, di mana semua kesalahan sekecil apapun yg telah dilakukan manusia, akan ditampakkan. Sesungguhnya kematian akan datang, tanpa diragukan lagi. Ajal itu pasti dan husnul khotimah adalah pilihan.

2 komentar

  1. haddiirrr….Pertamaaxxx…
    Hhmmm…, syarat dengan makna dan mengguggah rasa tuk segera berbenah…πŸ™‚
    cuma satu nyang ingin aku kritisi (kalo boleh…bisa di edit aja yach)
    “Kehidupan di dunia bagaikan orang yg lewat”
    Hmmm, maksudnya benar cuman aku rasa pengandaiannya kurang pass… kalo orang lewat tuh kan bisa kembali (balik kanan or sekalian aja mundur) sedang kehidupan…siapa nyang sanggup memutar waktu kebelakang ???
    cu…

    >>>>iye nyang pertama man..πŸ˜€
    Hehe…namanya jg belajar…klo ga ada salah ya ga tambah pinter dong. Iye maksudku tuh ‘secepat orang lewat’ tp yg ketulis jadinya ya gitu deh…pan bisa diedit ntar. Makasih atas koreksinya artinya tulisanku ada yg nyimak juga nie… . ok

  2. Menarik dan bagus sekali. Apalagi kalimat terakhirnya … husnul khotimah adalah pilihan.”
    Jadi percaya ya, bahwa manusia bisa memilih dan mengubah takdir. Kalau begitu sudah bisa menjawab @perigitua dong. Manusia bisa kembali dan berbelok-belok.
    Kalau salah jalan dan tersadar, kenapa gak kembali ke titik pangkal. Kalau tersesat kenapa malu memutar haluan…
    Bukan waktu yang diputar ulang. Tapi langkah yang ditarik kembali.
    Salam takzim.


    >>>>Itulah sebuah renungan atas ungkapan hati seorg makhluk kecil, ya saya ini.
    Hidup ini memiliki banyak pilihan. Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Bukan begitu bung…
    Cuma yg dimaksud mas perigitua dr tulisan sy (klo sy tdk salah nangkep) adalh dlm konteks kalimat SPOK-nya shg bisa diartikan kehidupan/waktu dpt berlaku spt orang lewat. salam takzim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: