Uang Kertas Rp1.000 emisi 2000 Ditarik, Terbit Rp2.000

—— Uang Kertas Rp1.000 ——–

Bank Indonesia kembali menarik uang kertas. Uang Pecahan Rp 1.000 Tahun Emisi 2000 ditarik digantikan pecahan Rp 1.000 yang terbit 29 April 2009. Bentuk dan desain kedua pecahan Rp 1.000 itu sama.
Perbedaan pecahan Rp1.000 yang lama dgn yang baru adalah:

* Tanda tangan yang tertera.
Sebelumnya, tanda tangan yang tertera milik Deputi Gubernur Senior BI dan Deputi Gubernur BI. Sementara itu, di pecahan Rp 1.000 terbaru ditandangani Gubernur BI dan Deputi Gubernur BI.

* Keterangan tahun pencetakan uang.
Di pecahan tahun 2000, keterangan terletak di bagian muka uang kertas setelah tulisan Perum Percetakan Uang RI. Di pecahan emisi tahun ini, keterangan itu berada di atas tulisan Dewan Gubernur.

Namun, BI menegaskan, uang kertas pecahan Rp 1.000 tahun 2000 masih tetap berlaku. BI akan melakukan penarikan secara bertahap, tanpa menyebut waktu akhir berlakunya uang emisi 2000.

——– Uang Kertas Rp2.000 ——–


Penerbitan uang kertas Rp2000 emisi baru tersebut merupakan implementasi kebijakan Bank Indonesia di bidang pengedaran uang, yaitu untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar.

Ciri-ciri uang kertas Rp2.000 yang baru:
* Uang pecahan baru tersebut bergambar Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan)
* Gambar bagian belakang Tarian Adat Dayak.

Uang tersebut akan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah mulai tanggal 10 Juli 2009. Peluncuran uang ini dilakukan di Banjarmasin hari Kamis, 9 Juli 2009.
Uang kertas baru pecahan Rp 2.000 berwarna dominan abu-abu dengan unsur pengaman berupa tanda air bergambar Pangeran Antasari dengan benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000 berulang-ulang yang akan memendar merah di bawah sinar ultraviolet.
Uang kertas pecahan baru ini juga mengakomodasi kebutuhan para tunanetra dengan menyediakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.

Kompas.com

2 komentar

  1. agusilhamwahyudi · · Balas

    Fakta …negara kita belum berkembang maksimal sehingga ragu ragu mengklaim maju. mata uang diganti dengan nominal yang besar efeknya hargapun akan menyesuaikan dengan alasan “gak ada kembalian”….itulah pintarnya pemerintahan kita…yang kecil akan semakin kecil….dan yang besar akan semakin besar…koruptor kecil-kecilanpun akan mulai menyesuaikan ….untuk mengkorupsi 10000 tidak perlu sepuluh lembar cuma cukup lima lembar…..enak toh….kapan pejabat-pejabat kita mau mendengar keluhat orang kecil….coba suruh datang di pelosok tanya berapa harga gula, beras, sandang………….

    1. wahyu am · · Balas

      g ditarik yang seribuan kan, 1000 tetap ada. baca dulu bro dari atas.πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: