Wanita dan Surga

Anak adalah karunia yg tak terhingga, pengikat hati orang tua.

Ayudya Azka

Ayudya Azka

Alhamdulillah, sebulan sudah keponakan kecilku telah lahir. Selamat datang ya Kakak Shifa…semoga tdk tergoda dgn hingar bingar dunia nan penuh goda ini. Senang rasanya, akhirnya dapat keponakan perempuan, Iyut jadi punya temen pula.
Aku tak bisa bayangkan, salah seorang temanku dijatuhi talak suaminya hanya karena lama belum memiliki keturunan, secara menikah baru 3 th dan keduanya dlm keadaan sehat. Kawan…semoga engkau tetap dlm kesabaran dan Smoga saja suaminya mendapat tuntunan dari Allah.
Dikaruniai anak atau belum adalah hak prerogatif Allah. Kita tidak bisa ‘menuntut’ bahkan mendiktekan keinginan kita untuk memilih jenis kelamin anak-anak kita, laki-laki atau perempuan. Lahir selamat tanpa cacat sudah merupakan nikmat dan karunia yg tak terhingga. Dan, suatu berkah bila anak pertama kami adalah seorang perempuan. Sementara keponakan2 banyak pula yang perempuan…belum lagi di luar sana.[Ooh.. dunia dikerubuti wanita]

Seorang anak yang terlahir di atas fitrah ini siap menerima segala kebaikan dan keburukan. Sehingga dia membutuhkan pengajaran, pendidikan adab, serta pengarahan yang benar dan lurus di atas jalan Islam. Maka hendaknya kita berhati-hati agar tidak melalaikan anak perempuan yang tak berdaya ini, hingga nantinya dia hidup tak ubahnya binatang ternak. Tidak mengerti urusan agama maupun dunianya. Sesungguhnya pada diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada teladan yang baik bagi kita. (Al-Intishar li Huquqil Mukminat, hal. 25)

Anak, baik lelaki maupun perempuan adalah amanah dari Allah. Meski kebanyakan orang menganggap anak lelaki sebagai pelanggeng garis keturunan keluarga. Tak sedikit pula yang menjadikannya penanda kehormatan. Bahkan perasaan kecil hati kadang menyelimuti pasangan yang belum juga dikaruniai anak laki-laki.
Berhentilah mengeluh tentang anak-anak, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya tidak bisa (maaf, mandul).
Bagi kami, memiliki anak perempuan suatu kebanggaan sekaligus cobaan. Sebagaimana dalam Islam, jika anak-anak perempuan itu dimuliakan yang terurai dalam sikap kasih sayang, memberikan pendidikan dan pengajaran agama yang baik, janji surga telah menantikannya. (…kalimat ini yg kusuka tp berat jalaninnya)

“Barangsiapa yang diberi cobaan dengan anak perempuan kemudian ia berbuat baik pada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 1418 dan Muslim no. 2629)

Sering kita mendengar: surga ada di bawah telapak kaki ibu. Bukankah ibu, perempuan juga.
Agama yang sempurna ini juga memberikan gambaran tentang pengungkapan sikap kasih sayang orang tua kepada anak perempuannya.
Selanjutnya, kewajiban kami mendidik dan membesarkannya. Saya berharap, perempuan-perempuan kecilku menjadi wanita solehah. Dan, kelak menjadi wanita ahli surga sebagaimana yang diharapkan setiap wanita penghuni bumi.

Panggil aku 'iyut'

Panggil aku 'iyut'


Ingatlah, Nduk. Untuk menjadi penduduk surga kalian harus:
1. Bertakwa.
2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutus-kannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
12. Menjaga lisan dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
13. Menepati janji dan amanah yang diberikan.
14. Berbakti kepada kedua orang tua.
15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Camkan ini ya Nduk!

http://qurandansunnah.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: